Postingan

Seni Menghancurkan

Gambar
Dalam perkembangannya, konsep ekonomi kapitalisme mengalami penyimpangan. Kita dibuat untuk saling menghancurkan satu sama lain. Itupula yang terjadi dengan kondisi sosial dan politik hari-hari ini. Sebuah kutipan yang diambil dari buku Biografi Salahuddin al-Ayyubi yang ditulis oleh John Man yaitu "Cium tangan manapun yang tidak bisa kau patahkan", yang saya artikan sebagai bentuk persaingan masa kini, "bunuh" atau "anda yang terbunuh". Konsep ini bukan tanpa alasan, dengan landasan konsep cateris paribus , keterbatasan sumber daya yang kita miliki dan keterbatasan konsumsi barang dan jasa yang bisa dibeli oleh orang-orang, membuat penjual dengan segala yang ia miliki harus merebut pasar, membuat kita harus merebut pasar (para ahli kadang menyebutnya dengan  disruption ). Dalam keadaan sosial pun sama. Diantara begitu banyak posisi "penting" yang ada di kelompok kelompok sosial, dengan jumlah yang terbatas. Membuat hanya sebagian orang yang mamp...

Keep open your eyes!

Gambar
Dari Sebelah kanan  (Alm) Adi Saputra dan Nazwan        Dulu sekali saat saya masih SMA, teman satu angkatan saya banyak sekali waktu itu yang ketahuan melanggar peraturan, ada salah satu guru mengatakan bahwa kami ini adalah murid terburuk dari yang paling buruk yang pernah dia ajar. Di dalam kamar bersama Adi Saputra (almarhum) waktu itu saya mengatakan padanya "ini bukan masalah kita banyak melakukan salah, tapi akan jadi masalah jika kita tidak berusaha untuk bangkit dari kesalahan, walau sampai kita lulus pun tidak ada yang berubah dari murid yang ada di angkatan kita, paling tidak setidaknya kita tidak pernah berhenti untuk bangkit dari kesalahan". Inilah yang sebenarnya harus kita lakukan dalam hidup, kadang-kadang mood kita naik kadang turun, namun jika kita masih punya kesempatan untuk bangkit bangkit lah, saya yakin tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Sampai pada akhirnya nanti kita pun tidak akan tau sebenarnya apa yang akan terjadi. ...

Harun al-Rasyid

Gambar
    Sudah 40 hari 40 malam Baginda Harun al-Rasyid dari Kerajaan Seribu Satu Malam tidak bisa tidur, tidak bisa makan, tidak bisa minum, dan tidak bia tersenyum. Lalu beliau bercengkrama ke Laut Mati untuk berenang selama 40 hari 40 malam, namun tak juga mampu menanggulangi duka nestapa yang mengharu biru dirinya.     Dalam alunan Laut Mati itu, Baginda siang malam telentang seperti telangtang di atas peraduan istananya—kadar garam yang sangat tinggi menyebabkan orang selalu terapung, tak bisa tenggelam di Laut Mati itu—memikirkan bangsanya yang sudah dilanda kebudayaan korupsi. Baginda mengadu kepada Allah berkenan membebaskan bangsanya dari cengkraman gurita korupsi.     Alllah Yang Maha Kepujian tidak menjawab keluh-kesah Harun al-Rasyid. Allah hanya mengirim kepada Raja itu Malaikat Izrail, Malaikat Maut. Kata Izrail, “Saya mendapat tugas untuk mengganti umat baginda yang korup dengan umat yang baru.” Mendengar tutur Izrail ini, Baginda langsung...

Kebun Binatang

Gambar
    Hari ini tidak seperti hari biasa. Hari ini ayah mengajak saya pergi ke kebun binatang. Namun uniknya kebun binatang ini tidak seperti kebun binatang kebanyakan, kebun binatang disini dilengkapi warung, kantor, dan anehnya lagi semua binatang itu akur. Ada serigala yang berbicara dengan rusa, anjing dengan singa, kambing dengan kambing, bahkan saya melihat ada kudanil yang kerjaannya hanya makan.     Awalnya saya datang sendirian, lalu ketika jam istirahat kantin itu didatangi oleh banyak binatang. Saya hanya memesan teh hangat  pagi itu, lalu saya mengamati para binatang ini dengan segala macam topik pembicaraannya. Saat teh saya sudah habis, saya pun lalu pergi ke kasir untuk membayar teh saya, tak disangka ternyata serigala datang bukan untuk menyergap tapi untuk menyebarkan pengaruhnya kepada saya.     Ketika dia datang, dia membawa secangkir gelas yang tidak ada isinya, diletakkannya diatas meja, lalu diseretnya gelas itu, sontakl...

Wawancara Pertama Gagal

Gambar
           Malas, ngantuk, lagi banyak pikiran, lalala. Begitu banyak kata mengeluh yang saya dengar, seberat itukah menjalani hidup ini? Iya berat, namun itulah yang menjadi musuh besar dalam hidup ini "diri kita sendiri". Saya lupa nama orang tua itu, namun saya ingat semua keluhan yang dia katakan kepada saya malam itu, semua keluhan yang dia sampaikan ketika dia menolak wawancara dari saya pada malam itu.     Apalah arti sebuah kesuksesan tanpa disertai sebuah pengorbanan, pasti akan ada harga yang terbayar dari semua hal yang telah kita lakukan dan perjuangkan. Namun pada nyatanya, inilah kehidupan kita sekarang dimana kita melihat orang kebanyakan bergerak layaknya sebuah mesin yang telah diatur dengan sebuah sistem yang sama, rutinitas yang sama setiap harinya. Kualitas seorang manusia bergantung dari kebiasaan manusia itu sendiri, kebiasan inilah yang pada akhirnya akan membentuk karakter dari manusia tersebut, jika semua orang berg...

Demi Masa

Gambar
    Aneh memang, walau usia saya yang masih senja seperti ini ada banyak hal yang saya sesali. Terhadap apa saya lakukan dan kenapa tidak saya lakukan. Ketika seharusnya saya memberikan kontribusi terhadap diri saya sendiri, orang lain, dan lingkungan saya, saya malah menyiakan-nyiakan hal itu dan lihat sekarang apa yang sudah saya lewatkan. Begitulah waktu, waktu itu relatif, waktu itu tidak bisa diulang, dan berlalu begitu saja tanpa pernah berpikir panjang tentang apa yang dia tinggalkan.      Lalu saya berpikir terhadap sesuatu yang tidak bisa saya dapatkan di dunia, bukan karena saya tidak bisa tapi karena ada beberapa pertimbangan yang membuat saya tidak bisa mengambil pilihan tersebut. Terselip kata menyesal terhadap apa yang tidak saya ambil pada waktu dimana saya dihadapkan dengan hal itu. Tetapi walau bagaimanapun waktu akan terus berjalan, tidak peduli kita tertatih, tidak peduli kita merangkak, waktu tidak akan menunggu.      ...

Be Your Self

Gambar
Bakat dan minat adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain, dan tentu hal ini berhubungan dengan bagaimana kita bisa menjadi diri kita sendiri. Apa yang menjadi bakat saya belum tentu sama seperti apa yang menjadi bakat anda, sesuatu yang saya minati belum tentu sama seperti apa yang anda minati. Menurut saya satu-satunya alasan kenapa kita harus menjadi diri kita sendiri adalah karena kita “BERBEDA”, oleh karena itu maka kenapa kita harus menjadi orang lain menyamakan diri kita dengan kebanyakan orang jika kita mempunyai sesuatu untuk dikembangkan dan sesuatu untuk dimaksimalkan yaitu “BAKAT” dan “MINAT”. Selalu menjadi diri sendiri adalah salah satu prinsip utama dalam hidup saya, pentingnya menjadi diri sendiri tentu akan sangat berdampak akan menjadi “SIAPA” dan “BAGAIMANA” kita untuk kedepannya. Rugikah jika dengan menjadi diri sendiri kita bisa mengubah apa yang ingin kita ubah, memberikan karya untuk banyak orang, dan bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita. W...