Wawancara Pertama Gagal
Malas, ngantuk, lagi banyak pikiran, lalala. Begitu banyak kata mengeluh yang saya dengar, seberat itukah menjalani hidup ini? Iya berat, namun itulah yang menjadi musuh besar dalam hidup ini "diri kita sendiri". Saya lupa nama orang tua itu, namun saya ingat semua keluhan yang dia katakan kepada saya malam itu, semua keluhan yang dia sampaikan ketika dia menolak wawancara dari saya pada malam itu.
Apalah arti sebuah kesuksesan tanpa disertai sebuah pengorbanan, pasti akan ada harga yang terbayar dari semua hal yang telah kita lakukan dan perjuangkan. Namun pada nyatanya, inilah kehidupan kita sekarang dimana kita melihat orang kebanyakan bergerak layaknya sebuah mesin yang telah diatur dengan sebuah sistem yang sama, rutinitas yang sama setiap harinya. Kualitas seorang manusia bergantung dari kebiasaan manusia itu sendiri, kebiasan inilah yang pada akhirnya akan membentuk karakter dari manusia tersebut, jika semua orang bergerak dengan sistem yang sama, kebiasaan yang sama, tidak jadi samakah mereka semua dengan orang lain? Inilah yang kita hadapi sekarang, kita berada pada zaman dimana “SEMUA ORANG INGIN MENJADI SAMA”.
Beberapa waktu lalu pernah terpikir dalam benak saya untuk apa saya kuliah? Untuk apa saya belajar pelajaran yang tidak saya suka? Begitu banyak pertanyaan yang ada dibenak saya sampai saya sendiri selalu sharing agar menjawab pertanyaan ini. Bayangkan jika semua orang memiliki hak yang sama untuk belajar pelajaran yang mereka suka, bekerja dengan passion, sehingga tidak ada lagi orang-orang yang mengeluh terhadap pekerjaan yang mereka geluti saat ini. Kehidupan yang kita jalani memang terkadang sangat berat, tapi saya percaya bahwa semua itu akan terlalui, walaupun terkadang memang sangat sulit untuk bisa menjadi diri sendiri, tapi disitulah letak tempat kita untuk diuji.
"When you stop learning, you stop growing, then you will never earn something" - Yasa Singgih
Komentar
Posting Komentar