Harun al-Rasyid
Sudah 40 hari 40 malam Baginda Harun al-Rasyid dari Kerajaan Seribu Satu Malam tidak bisa tidur, tidak bisa makan, tidak bisa minum, dan tidak bia tersenyum. Lalu beliau bercengkrama ke Laut Mati untuk berenang selama 40 hari 40 malam, namun tak juga mampu menanggulangi duka nestapa yang mengharu biru dirinya. Dalam alunan Laut Mati itu, Baginda siang malam telentang seperti telangtang di atas peraduan istananya—kadar garam yang sangat tinggi menyebabkan orang selalu terapung, tak bisa tenggelam di Laut Mati itu—memikirkan bangsanya yang sudah dilanda kebudayaan korupsi. Baginda mengadu kepada Allah berkenan membebaskan bangsanya dari cengkraman gurita korupsi. Alllah Yang Maha Kepujian tidak menjawab keluh-kesah Harun al-Rasyid. Allah hanya mengirim kepada Raja itu Malaikat Izrail, Malaikat Maut. Kata Izrail, “Saya mendapat tugas untuk mengganti umat baginda yang korup dengan umat yang baru.” Mendengar tutur Izrail ini, Baginda langsung...